Tutorial Senpai

Kumpulan Tutorial dari Senpai

Sponsor

LightBlog
Responsive Ads Here

Rabu, 13 Desember 2023

7 Hal Yang Tidak Dialami Lagi Oleh GAMER Jaman Sekarang

Key Takeaways

  • Cara bermain game telah mengalami banyak perubahan seiring dengan perkembangan teknologi.
  • Tujuh hal yang tidak dialami lagi oleh gamer zaman sekarang meliputi penggunaan cheat, membeli buku walkthrough, menggunakan memory card, bermain mode split screen, kesandung kabel controller, dan rental game.

Penggunaan Cheat

Saya sebagai seorang gamer yang sudah bermain sejak zaman PS2 dan sebelumnya, saya pernah menggunakan cheat untuk menambah keseruan dalam bermain game. Pada masa itu, cheat merupakan hal yang lumrah dan bahkan dianggap sebagai konten tambahan yang menyenangkan. Namun, seiring perkembangan teknologi game, penggunaan cheat dalam game semakin berkurang.

Di era modern game saat ini, cheat untuk game tetap ada, baik untuk game single player maupun online multiplayer. Namun, cheat tersebut dibuat oleh komunitas playernya sendiri, tidak seperti di era game PS2 ke belakang, di mana banyak developer game yang sengaja membuat berbagai cheat berupa suatu kode yang harus kita input ataupun rangkaian memencet tombol dalam controller yang berfungsi untuk mengunlock suatu konten, memberikan enhancement tertentu, atau sekedar memberikan modifikasi tertentu pada gameplay.

Saat ini, gamer zaman sekarang menganggap kalau pengalaman bermain game harus dinikmati sebagaimana developer game tersebut sudah merancangnya. Jadi, kalau di zaman sekarang ada gamer yang menggunakan cheat, kesannya dianggap kalau mereka sudah merusak keseruan yang sebenarnya dari game yang mereka mainkan.

Meskipun begitu, saya tetap menghargai penggunaan cheat dalam game dan saya tidak menyalahkan siapa pun yang masih menggunakan cheat dalam game. Namun, saya sendiri lebih suka menikmati pengalaman bermain game secara alami tanpa menggunakan cheat.

Membeli Buku Panduan

Saat saya masih kecil, saya sering merasa kesulitan dalam memainkan beberapa game yang saya miliki. Terkadang, saya merasa tersesat atau menemukan bagian yang membingungkan dalam game yang saya mainkan. Pada masa itu, saya tidak punya banyak pilihan untuk mencari sumber yang bisa membantu saya. Salah satu sumber yang saya cari adalah buku panduan atau walkthrough.

Sebelum era internet berkembang seluas sekarang, saya bisa menemukan banyak buku panduan atau guide baik yang diterbitkan oleh publisher game tersebut sendiri ataupun pihak terparti yang kemudian dijual kepada gamer. Buku-buku panduan tersebut pastinya dibuat selengkap mungkin untuk mencakup semua part dalam game tersebut dari awal sampai tamat. Jadi, tidak peduli saya hanya membutuhkan panduan untuk salah satu part kecilnya saja, saya tetap harus membeli full satu buku. Bahkan di zaman dulu, publisher juga menyediakan semacam call center yang bisa ditelepon player untuk tanya-tanya walkthrough game tersebut.

Namun, di zaman sekarang, kita semua pasti tidak perlu repot-repot membeli buku panduan. Berkat perkembangan internet, kita bisa tinggal searching part yang kita bingungkan dan kemudian pasti ada saja orang yang sudah membuat konten guide yang kita butuhkan baik berupa artikel maupun video. Selain itu, dengan adanya forum dan komunitas gamer online, kita bisa bertanya langsung kepada sesama gamer yang sudah pernah memainkan game tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa game bahkan sudah menyediakan fitur panduan atau tutorial di dalam game itu sendiri. Sehingga, kita tidak perlu lagi mencari panduan di tempat lain. Dengan begitu, kita bisa lebih fokus dalam menikmati pengalaman bermain game yang sesungguhnya.

Saya rasa, membeli buku panduan sudah menjadi hal yang tidak perlu lagi dilakukan oleh gamer zaman sekarang. Kita bisa dengan mudah mencari panduan atau tutorial di internet atau langsung di dalam game itu sendiri. Namun, saya tetap merasa terhibur ketika mengingat masa kecil saya yang sering membaca buku panduan game dengan penuh semangat.

Menggunakan Memory Card

Memory card merupakan aksesoris konsol yang sangat penting bagi para gamer pada generasi konsol ke-6 ke bawah seperti PS1 dan PS2. Karena mesin PS1 dan PS2 tidak memiliki storage di dalamnya, satu-satunya cara gamer PS bisa menyimpan progress dari game yang mereka mainkan adalah dengan menggunakan memory card.

Memory card buatan Sony memiliki ukuran 128 KB untuk PS1 dan 8 MB untuk PS2. Meskipun ukuran tersebut terlihat kecil di zaman sekarang, namun jika hanya digunakan untuk menyimpan save file saja, ukuran tersebut sudah cukup. Anak-anak rental yang bermain di tempat manapun bisa tetap melanjutkan progress game mereka.

Selain itu, dua slot memory card di mesin PS juga bisa digunakan untuk saling meng-copy save file dari satu memory card ke memory card lain. Namun, device memory card seperti ini juga memiliki resiko tidak terbaca saat dicolokkan ke mesin konsol dan ada banyak gamer yang berharap dengan meniup lubang port memory card tersebut, kemungkinan memory card-nya bisa terbaca lagi.

Namun, berkat perkembangan teknologi storage dan internet, gamer di zaman sekarang bahkan tidak perlu memikirkan tentang device untuk menyimpan save file karena semua progress game bisa langsung tersimpan di storage konsol atau di Cloud server sesuai dengan akun konsol yang dimiliki.

Bermain Mode Split Screen

Saat ini, banyak gamer yang sudah tidak lagi merasakan pengalaman bermain game dengan mode split screen. Mode ini memungkinkan beberapa pemain untuk bermain bersama dalam satu layar yang terbagi, baik dalam mode kompetitif maupun kooperatif.

Di era modern game, online gaming menjadi inovasi yang revolusioner. Namun, pada masa lalu, bermain game multiplayer tidak harus secara online. Caranya adalah dengan bermain mode split screen.

Beberapa game modern masih memiliki mode split screen, seperti game Adventure 3D platforming berjudul itx2. Namun, jumlahnya tidak sebanyak di era di mana online gaming belum begitu populer. Bahkan, game FPS kompetitif populer seperti Halo dan GoldenEye 007 memiliki mode split screen yang sangatlah ikonik bagi para playernya.

Alasan mengapa game-game modern sangat jarang yang memiliki mode split screen adalah karena developer tidak ingin kualitas grafiknya menurun drastis. Dalam mode split screen, konsol harus merender lebih dari 1 scene sekaligus. Hal ini ditambah dengan publisher yang ingin gameennya terjual lebih banyak karena kalau ingin bermain bersama teman-temannya, masing-masing player harus membeli satu kopi game untuk dirinya sendiri.

Namun, bagi saya pribadi, pengalaman bermain game dengan mode split screen sangatlah menyenangkan. Saya bisa bermain bersama teman-teman saya dalam satu layar yang sama dan merasakan sensasi bermain game bersama-sama. Meskipun sekarang sudah jarang ditemukan, saya tetap merindukan pengalaman bermain game dengan mode split screen.

Kesandung Kabel Controller

Saya ingat betul saat bermain game di masa lalu, saya sering kali kesandung dengan kabel controller yang menghubungkan konsol dengan televisi. Tidak hanya itu, terkadang kabel tersebut juga mengganggu pergerakan saya saat bermain game. Namun, hal tersebut tidak perlu lagi terjadi di zaman sekarang.

Controller konsol sekarang sudah dirancang dengan teknologi wireless, sehingga kita tidak perlu lagi merasa terganggu dengan kabel yang menghubungkannya dengan konsol. Selain itu, dengan teknologi wireless ini, kita juga bisa bermain game dengan lebih leluasa tanpa khawatir tersandung dengan kabel tersebut.

Perkembangan teknologi dalam dunia game memang sangat pesat, dan hal tersebut membawa perubahan yang signifikan bagi pengalaman bermain game kita. Namun, saya tetap merasa terkesan dengan pengalaman bermain game di masa lalu, termasuk kesandung dengan kabel controller yang kini sudah menjadi kenangan.

Rental Game

Saat ini, dengan adanya teknologi yang semakin maju, pengalaman bermain game menjadi semakin mudah dan praktis. Namun, bagi gamer zaman dulu, ada beberapa hal yang mereka alami namun tidak lagi dialami oleh gamer masa kini.

Pertama, bermain game menggunakan cheat di era modern game sekarang ini tidak lagi seperti di zaman dulu. Saat ini, cheat untuk game baik single player ataupun online multiplayer dibuat oleh komunitas playernya sendiri, sedangkan di era game PS2 ke belakang, ada banyak developer game yang sengaja membuat berbagai cheat untuk menambah keseruan dalam game tersebut.

Kedua, membeli buku walkthrough atau panduan game tidak lagi dibutuhkan oleh gamer masa kini. Dulu, gamer yang merasa tersesat atau menemukan bagian yang membingungkan dalam game yang mereka mainkan, tidak punya banyak pilihan untuk mencari sumber yang bisa membantu mereka. Salah satu sumber gamer mencari panduan yang paling lengkap dan bisa diandalkan adalah dari buku guide atau walkthrough. Namun, saat ini dengan perkembangan internet, kita bisa menemukan banyak panduan baik berupa artikel maupun video.

Ketiga, penggunaan memory card sebagai alat untuk menyimpan progres game sudah tidak lagi dibutuhkan. Anak-anak rental yang sering bermain game di tempat manapun dapat melanjutkan progres game mereka tanpa harus khawatir kehilangan data game yang telah mereka mainkan. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi storage dan internet gameer di zaman sekarang bahkan tidak perlu memikirkan tentang device untuk menyimpan save file karena semua progress game kita bisa langsung tersimpan di storage konsol atauun di Cloud server sesuai dengan akun konsol yang kita punya.

Keempat, bermain mode split screen tidak lagi sepopuler di era modern game saat ini. Mode split screen memungkinkan beberapa player untuk bermain bersama dalam satu screen yang terbagi baik mode kompetitif maupun coop di zaman sekarang sebenarnya tetap ada game yang punya mode split screen seperti contohnya game Adventure 3D platforming berjudul itx2 tapi jelas jumlahnya tidak sebanyak di era di mana online gaming belum begitu populer.

Kelima, penggunaan controller konsol berkabel sudah tidak lagi digunakan di era modern game saat ini. Dulu, semua controller konsol dari generasi game ke-en ke belakang selalu punya kabel yang harus dicolokkan langsung ke mesin konsol. Namun, sekarang controller konsol sudah dibuat wireless sehingga kesandung kabel hanya menjadi pengalaman di masa lalu.

Terakhir, rental game adalah pilihan alternatif untuk bisa memainkan game yang kita inginkan dengan lebih murah dan kemudian kita harus mengembalikannya. Namun, dengan adanya bisnis rental game fisik yang pastinya gameennya sudah second, masalah utama yang dihadapi adalah kerusakan game tersebut. Oleh karena itu, bisnis rental game fisik sudah mulai ditinggalkan dan tidak lagi populer di era modern game saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar